"Kunjungan Sri Baginda akan dicatat oleh sejarah sebagai kunjungan yang bersahabat, produktif, menatap masa depan tanpa harus melapukan sejarah masa lalu," jelas Jokowi.
Jokowi mengakui Indonesia tidak dapat menghapus memori sejarah yang terjadi di masa lalu. Namun ia ingin semua pihak dapat belajar dari masa lalu agar masa depan menjadi lebih baik.
"Kita tentu tidak dapat menghapus sejarah namun kita dapat belajar dari masa lalu. Kita jadikan pelajaran tersebut untuk meneguhkan komitmen kita untuk membangun sebuah hubungan yang setara, saling menghormati dan saling menguntungkan," tutupnya.
(Awaludin)