“Di ekspresikan ke cara yang lebih ekstem misalnya takfiri, menganggap orang lain kafir kalau tidak pakai cadar, tidak ikut sunnah nabi, tidak ikut quran. Itu tuh yang mengkafir-kafirkan orang itu seperti itu,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Kemenko Polhukam.
Dalam buku ini, terdapat cara-cara untuk mengenal tanda-tanda radikalisme. Dengan begitu, bibit-bibit yang muncul bisa segera direduksi sebelum akhirnya membesar.
Sedangkan bagi pihak yang menemukan ada gejala radikalisme, di dalam buku ini pun dimuat cara memberikan penangan yang baik. Dengan begitu, proses mereduksi orang yang sudah terpapar bisa berjalan maksimal.
(Salman Mardira)