BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat sebanyak 4 orang meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah tersebut terhitung sejak Januari hingga Maret 2020.
"Ada beberapa laporan yang meninggal. Januari satu orang, Februari satu orang, Maret dua orang, jadi total ada empat kematian (akibat DBD)," kata Plt Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga: 87 Warga Tangsel Terserang DBD, 2 Orang Meninggal
Keempat korban meninggal tersebut, tersebar di tiga wilayah kecamatan yakni Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Selatan. Mereka berusia antara 4 sampai 5 tahun.
"Kita memang menjadi daerah yang selalu diserang DBD ya, setiap tahun ada. Penyebarannya masih mengamati di mana saja. Kalau berkaca tahun lalu itu dari Bogor Selatan dan Bogor Barat," bebernya.
Meski demikian, lanjut Sri, jumlah tersebut tergolong mengalami penurunan dari tahun sebelumnya di bulan yang sama. Pada Januari-Maret 2019, korban meninggal dunia karena DBD mencapai 10 orang.
"Tahun 2019 dengan bulan yang sama itu 409 kasus DBD, korban meninggal 10 orang. Kalau 2020 total 120 kasus, korban meninggal 4 orang. Artinya masih jauh dibawah jika dibandingkan tahun lalu," jelas Sri.
Oleh karena itu, pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kota Bogor. Namun, Sri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat terutama menjaga lingkungan.
"Mulai sekarang kita jangan tertutup isu Covid-19, karena DBD lebih berbahaya. Sehingga peningkatan PSN harus kembali digalakkan lagi. Kemarin sudah dimulai dari kecamatan dan Puskesmas," tutupnya.
Baca Juga: Cegah Jentik Nyamuk DBD, Dinkes Kota Bengkulu Minta Warga Pelihara Ikan Cupang
(Fiddy Anggriawan )