"Tahun 2019 dengan bulan yang sama itu 409 kasus DBD, korban meninggal 10 orang. Kalau 2020 total 120 kasus, korban meninggal 4 orang. Artinya masih jauh dibawah jika dibandingkan tahun lalu," jelas Sri.
Oleh karena itu, pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kota Bogor. Namun, Sri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat terutama menjaga lingkungan.
"Mulai sekarang kita jangan tertutup isu Covid-19, karena DBD lebih berbahaya. Sehingga peningkatan PSN harus kembali digalakkan lagi. Kemarin sudah dimulai dari kecamatan dan Puskesmas," tutupnya.
Baca Juga: Cegah Jentik Nyamuk DBD, Dinkes Kota Bengkulu Minta Warga Pelihara Ikan Cupang
(Fiddy Anggriawan )