JAKARTA – Mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik berduka dengan kepergian musisi Glenn Fredly.
“Sangat sedih mendengar bahwa teman saya #GlennFredly telah meninggal dunia, musisi yang sangat berbakat, aktivis, dan pribadi yang penyayang,” tulis Moazzam di Twitter.
Moazzam yang menjaba Dubes Inggris untuk Indonesia dari 2014 hingga 2019, mengatakan bahwa Glenn seseorang yang berpikiran maju.
“Turut berduka cita atas wafatnya kawanku Mas Glenn. Seorang baik dgn pikiran yang maju. Glenn selalu berusaha untuk menyatukan masyarakat. Sangat sedih,” lanjutnya.
Desperately sad to hear that my friend #GlennFredly has passed away - super talented musician, activist, and lovely human being
Turut berduka cita atas wafatnya kawanku Mas Glenn. Seorang baik dgn pikiran yang maju. Glenn selalu berusaha utk menyatukan masyarakat. Sangat sedih https://t.co/Yfor1y9kjK— Moazzam Malik (@MoazzamTMalik) April 8, 2020
Mozes Latuihamallo, kerabat Glenn Fredly menyampaikan bahwa pria 44 tahun itu sempat mengeluh akan penyakitnya.
"Beliau sempat mengeluhkan penyakitnya ini beberapa waktu lalu, namun masih sanggup beraktivitas seperti biasa. Satu bulan terakhir, Glenn mulai merasa tidak nyaman atas penyakit yang dideritanya sehingga memutuskan untuk menjalani rawat-inap," ujar Mozes.
"Meski kondisinya menurun selama tiga hari terakhir, namun masih bisa berinteraksi hingga akhirnya mengembuskan napas yang terakhir pada 8 April 2020," lanjutnya.
Keluarga, tambah Mozes, meminta doa dari rekan-rekan musisi, kerabat, teman, dan seluruh masyarakat Indonesia untuk almarhum Glenn Fredly dan memaafkan segala kesalahan yang pernah Glenn Fredly lakukan, baik sengaja mau pun tidak disengaja.
(Rachmat Fahzry)