Pandemi Corona saat Bulan Puasa, Peredaran Miras Meningkat di Purwakarta

Mulyana, Jurnalis
Senin 04 Mei 2020 23:21 WIB
Miras di Purwakarta (Foto: Okezone/Mulyana)
Share :

PURWAKARTA - Peredaran minunan keras (miras) di Kabupaten Purwakarta, Jabar, saat pandemi Covid-19 masih cukup tinggi. Pasalnya selama 11 hari menjalani ibadah puasa, jajaran Satres Narkoba Polres Purwakarta telah menyita sedikitnya 1.700 miras dan tuak. Kasus ini, lebih banyak dibanding razia miras pada bulan puasa tahun lalu.

Kasat Narkoba Polres Purwakarta AKP Heri Nurcahyo, mengatakan, pada awal puasa sampai malam ke 11 ramadhan jajarannya sudah dua kali melakukan razia penyakit masyarakat. Salah satunya, razia terhadap toko maupun warung yang menjadi tempat penjualan miras. Razia tersebut, baru menyasar wilayah perkotaan (Kecamatan Purwakarta).

"Pada razia pertama, kami berhasil mengamankan 1.500 botol miras berbagai merk. Sedangkan, pada razia kita mengamankan sekitar 200 botol miras dan 30 liter tuak," ujar Heri, kepada Okezone, Senin (5/5/2020).

Hasil perolehan dua kali razia ini cukup mencengangkan. Bahkan, dibanding ramadhan tahun lalu pada awal puasa, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan jauh lebih tinggi. Tetapi, jika dilihat kasusnya rendah. Sebab, pada tahun ini, selama ramadhan baru dua kali razia miras.

Dengan begitu, pandemi corona ini ternyata tidak membuat takut masyrakat. Terutama, mereka yang sering menenggak minuman keras.

Padahal, sambung Heri, miras yang beredar tersebut, kandungan alkoholnya cukup tinggi. Yakni, di kisaran 15-45 persen.

"Bahkan, untuk tuak lebih bahaya lagi. Sebab, kandungan alkoholnya belum teruji, selain itu air tersebut bisa saja dicampur dengan bahan lainnya," ujar Heri.

Dari 1.700 botol miras yang disita itu, sambungnya, diperoleh dari toko jamu maupun warung-warung. Mereka menjual miras dengan berkamuflase dengan berjualan jamu atau bahan sembako.

Selain itu, miras tersebut diperoleh dari hasil razia terhadap rumah, yang juga difungsikan sebagai gudang miras. Dari rumah tersebut, jajarannya menyita 1.500 botol berbagai merek.

"Kita akan terus menggelar operasi pekat ini. Begitu pula dengan narkoba, akan terus kita buru pelakunya," jelas Heri.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya