5 Fakta Polisi Tembak Babinsa TNI, Berawal dari Tepergok Selingkuh

Muhamad Rizky, Jurnalis
Minggu 17 Mei 2020 07:02 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Seorang oknum polisi berinisial Bripka Herman (47), menembak anggota Babinsa TNI Serda Hasanuddin di rumahnya di Kompleks BTN, Jalan Sungai Kelara Morra, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis 14 Mei 2020 itu diduga karena hubungan perselingkuhan. Okezone mengungkap sejumlah fakta-fakta kasus tersebut, berikut ulasannya:

1. Penembakan Diduga karena Perselingkuhan

Bripka Herman menembak prajurit TNI Kodim 1425/ Jeneponto Serda Hasanuddin yang merupakan Babinsa Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Penembakan dipicu oleh motif cemburu lantaran kesal istrinya diduga berselingkuh dengan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, kronologi persitiwa bermula saat pelaku Bripka Herman pulang ke rumahnya di wilayah Jalan Sungai Kelara, Kelurahan Empoang, Kecamatan Biramu, Kabupaten Jeneponto, Kamis 14 Mei 2020 malam.

Sesampainya di rumah, dia curiga lantaran lampu rumah dalam keadaan mati dan mendapati sebuah motor trail parkir di depan rumahnya. Saat menuju kamar dan membuka gorden, ia justru mendapati istrinya, Hasniati sedang berhubungan intim dengan Serda Hasanuddin.

Alhasil, Bripka Herman yang sudah tersulut emosi mengeluarkan tembakan peringatan. Dia kemudian menembak Serda Hasanuddin di bagian lutut kanan dan kiri dan dada kanan.

Nyawa Hasanuddin tertolong dan sedang dirawat di rumah sakit.

2. Pelaku Penambakan Juga Menembak Istrinya

Bripka Herman tak hanya menembak prajurit TNI Kodim 1425/ Jeneponto Serda Hasanuddin, namun ia juga menembak istrinya Hasmiati. 

Saat itu Herman mendapati isterinya tengah berhubungan intim dengan Hasanuddin di kamarnya. Karena emosi pelaku langsung mengeluarkan tembakan peringatan.

Mendengar itu Hasanuddin berusaha merebut senjata Herman namun saat perebutan senjata itu dia menembak istrinya dan mengenai bagian paha.

3. Hasmiati Pernah Pacaran dengan Hasanuddin

Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe menyebutkan, Hasmiati pada masa mudanya, pernah pacaran dengan Hasanuddin. Hubungan keduanya kandas karena Herman langsung melamar Hasmiati.

"Mereka dulu mantan pacar. Waktu masih muda sebelum nikah, sempat pacaran. Dan bahkan pengakuan istri HE ini, dulu TNI ini juga sempat hendak melamarnya, tapi duluan si pelaku," kata Guntur di Makassar, Sabtu (16/5/2020).

Selain itu, Hasmiati dan Hasanuddin juga masih memiliki hubungan sepupuan.

Setelah hubungan pacaran putus karena Hasmiati menerima laran HE, Hasanuddin memutuskan menikah juga. Belakangan keduanya dekat lagi hingga ditemukan berduaan di kamar rumah Herman yang berakhir dengan penembakan, pada Kamis 15 Mei 2020 malam.

4. Pelaku Penembak Babinsa TNI Ditangkap

Bripka Herman ditangkap. Saat ini, kasusnya tengah ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel. 

"Pelaku sudah diamankan dan diproses," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo kepada Okezone, Jumat (15/5/2020)

Ibrahim tidak membeberkan detail terkait kronologi kejadian dan penangkapan tersebut. Namun, ia memastikan proses hukum akan ditegakkan.

Baca juga: Babinsa TNI Korban Penembakan Oknum Polisi di Jeneponto Alami 3 Luka Tembak

"Kita membenarkan bahwa kasus tersebut ada. Namun, untuk memberikan data dan terkait kronologi ini yang kita batasi untuk kepekaan situasi (antar-institusinya)," imbuh Ibrahim.

5. Kapolda Sulawesi Selatan Minta Maaf pada Pangdam XIV Hasanuddin

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Guntur Laupe meminta maaf kepada Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka atas penembakan yang dilakukan anggotanya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik. “Bapak Kapolda Sulsel sudah meminta maaf kepada bapak Pangdam dan berjanji mengusut tuntas kejadian ini,” katanya saat dikonfirmasi Okezone dari Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Kodam Hasanuddin, lanjut Maskun, percaya bahwa kasus penembakan tersebut bisa diselesaikan dengan baik oleh polisi dan TNI tetap mengawalnya. 

“Sekarang oknum anggota yang melakukan penembakan menurut informasi sudah diamankan, lagi diperiksa Propam,” ujarnya. 

Sementara korban Serda Hasanuddin masih dirawat di Rumah Sakit Pelamonia, Makassar. “Kondisi koban sedang dalam proses perawatan, kalau ada yang memberitakan meninggal itu tidak benar. Kondisinya stabil saja karena ada beberapa luka harus dioperasi,” ucap Maskun.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya