"Kami berikan segala hal yang dapat membantu pakar teknis Airbus tersebut," kata Abdul Hafeez, juru bicara PIA.
Times of India melaporkan, Selasa (26/5), pilot pesawat itu mengabaikan tiga peringatan dari menara pengontrol lalu lintas udara sebelum jatuh menimpa sebuah kompleks perumahan yang menyebabkan ledakan yang mematikan.
Kantor berita AP melaporkan, jumlah kematian di lapangan belum dapat dipastikan, meskipun delapan orang terluka, dan 18 rumah mengalami kerusakan.
Perekam data penerbangan berhasil ditemukan, tapi para penyelidik belum dapat memberikan kesimpulan yang memadai.
Kecelakaan itu terjadi saat PIA sedang berjuang baik secara internal maupun eksternal, di tengah krisis penerbangan global dan pandemi virus corona.
(Rachmat Fahzry)