Para demonstran di New York turun ke jalan-jalan untuk hari kedua pada Jumat (29/5), untuk memprotes kematian Floyd. Berbagai laporan mengatakan sebagian massa mendobrak barikade besi.
Demonstran di luar kantor polisi Minneapolis, Kamis, 28 Mei 2020, di Minneapolis memprotes kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal ketika ditahan oleh polisi.
Departemen Kepolisian Los Angeles menyatakan perkumpulan massa ilegal setelah para demonstran merusak jendela toko dan memblokir jalan raya. Polisi memasuki pusat kota Los Angeles untuk membubarkan para demonstran.
Di Atlanta, Georgia, ratusan demonstran bentrok dengan polisi di luar markas CNN, sebagian melempari botol air dan berteriak "Berhenti dari pekerjaanmu."
Baca juga: Demonstrasi Kematian George Floyd, Reporter CNN Akhirnya Dibebaskan Polisi
Protes-protes juga terjadi di Las Vegas dan di Houston, di mana Floyd dibesarkan. Lebih dari 60 pengunjuk rasa berpawai di jalan raya di Houston selama setengah jam hingga melumpuhkan lalu lintas.
Minneapolis masih tegang setelah protes tiga malam berturut-turut yang di mulai dengan damai, tapi kemudian bergulir menjadi aksi pembakaran dan penjarahan. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey memberlakukan jam malam dari Jumat (29/5), pukul 20.00, hingga Sabtu (30/5), pukul 06.00, tetapi tidak dipatuhi para demonstran.
Minneapolis pada Jumat (29/5) malam mengumumkan bahwa Derek Chauvin, mantan polisi yang dituduh membunuh Floyd, dikenakan uang jaminan sebesar USD500 ribu. Chauvin telah ditangkap dan didakwa dengan pasal pembunuhan tak disengaja dan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Sebelumnya Jumat (29/5), para pejabat di Hennepin County, Minnesota, mengumumkan dakwaan terhadap Chauvin. Dia terlihat dalam video ponsel yang merekam insiden itu. Dia terlihat menindih leher Floyd selama sekitar sembilan menit, sementara Floyd memohon dilepaskan karena tak bisa bernapas.
Floyd dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah video itu diambil. Keluarganya merespon dakwaan itu, mengatakan dalam pernyataan mereka ingin jaksa menindaknya dengan lebih berat.
"Penangkapan mantan polisi Minneapolis atas pembunuhan brutal George Floyd disambut baik, tapi kurang adil. Kami mengharapkan dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Dan kami ingin melihat polisi lain ditangkap. Kami menyerukan pihak berwenang untuk mengubah dakwaan itu untuk merefleksikan kesalahan sesungguhnya dari polisi itu."
(Widi Agustian)