JAKARTA - Quincy Mason Floyd yang merupakan salah satu putra George Floyd, menghadiri aksi protes di Bryan, Texas.
"Semua orang keluar dan menunjukkan cinta kepadanya," katanya dilansir dari CNN, Senin (1/6/2020).
"Hatiku benar-benar tersentuh oleh semua ini," tambah dia.
Dia dan saudara perempuannya Connie Mason, memuji aksi protes damai di Bryan. Dia juga mendesak pengunjuk rasa di seluruh negeri untuk menghindari kekerasan.
Sementara itu, aksi protes lain yang terjadi tampak kembali membara. Di Dallas, 76 orang ditangkap selama protes. Sekitar 45 hingga 60 orang lagi juga sedang diproses untuk masuk penjara.
Aksi demonstrasi di Amerika Serikat (AS) terjadi paling tidak di 30 negara bagian. Protes besar-besaran yang berujung pada kerusuhan ini dipicu meninggalnya George Floyd, seorang warga Amerika Serikat (AS) berkulit hitam yang tewas setelah ditindih polisi pada Senin 25 Mei 2020.
Para pendemo menuntut empat orang polisi yang terlibat dalam kejadian tersebut mendapatkan hukuman yang setimpal.
Satu mantan polisi yang tertangkap kamera menindih leher George Floyd dituntut dengan pembunuhan tingkat 3 dan 2. Tetapi, para pendemo tampaknya tidak puas dengan hal tersebut.
(Rahman Asmardika)