TNI AD Semakin Garang di Tangan Jenderal Pramono Edhie

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Minggu 14 Juni 2020 03:56 WIB
Foto: wikipedia
Share :

JAKARTA - Mempunyai alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang mumpuni, merupakan kebanggaan bagi militer di sebuah negara. Dengan alutsista yang mutakhir, negara dapat menjaga kedaulatannya dari ancaman asing yang bisa datang kapan saja.

Indonesia juga memiliki beberapa alutsista yang mempunyai efek deteren yang cukup hebat, sehingga tidak bisa dipandang remeh oleh negara lain. Bahkan, Survei Global Fire Power, menyebut Indonesia berada di peringkat 15 negara terkuat di bidang militer, melampaui semua negara di Asia Tenggara.

Adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Pramono Edhie Wibowo yang membangun profesionalisme dan memodernisasi senjata di tubuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

(Baca juga: Selayang Pandang Pramono Edhie Wibowo, Putra Pejuang Penumpas PKI)

Untuk modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), kala itu, Jenderal Pramono Edhie mendapatkan alokasi dana Rp14 triliun. Anggaran tersebut dia gunakan untuk menambah alustista yang dirasa telah usang, seperti penambahan tank kelas berat, helikopter serbu dan lain sebagainya.

150 Tank Leopard Perkuat TNI

Setelah bergantung pada tank ringan seperti AMX atau Scorpion, kini TNI AD boleh berbangga karena memiliki 150 tank kelas berat terbaik di dunia, yaitu Tank Leopard 2 RI yang merupakan upgrade dari Leopard 2A4. Saat ini tank yang telah masuk ke Indonesia itu berada di unit Batalyon Kavaleri Kostrad.

Kala itu, Pramono Edhie Wibowo, menyebut, tank buatan Jerman tersebut sudah diupgrade dengan teknologi yang cukup canggih seperti mempunyai radar untuk menembak, body ballistic, dan persenjataan yang lengkap.

"Tank tersebut sudah diberikan pendingin ruangan atau AC," kata Edhie, kepada wartawan, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis,4 Oktober 2012 silam.

Selain itu, kata dia, tank berjenis Main Battle Tank atau MBT ini, juga sudah dilangkapi dengan peluru meriamnya. "Kami juga sudah meminta peluru meriam, karena buat apa beli tank canggih tanpa peluru,"tandasnya.

TNI AD juga memiliki delapan Helikopter Apache AH-64E. Semua heli serbu tersebut berada di Skuadron 11/Serbu, Pangkalan Udara TNI AD Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. Helikopter Apache tiba di Indonesia pada 16 Mei 2018. Helikopter ini diklaim menjadi helikopter paling canggih yang dimiliki TNI AD.

Semua pengadaan tersebut menjadi bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI sesuai Rencana Strategis Pertahanan Negara dan program Minimum Essential Force (MEF).

Sekadar diketahui, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo tutup usia. Adik kandung Ani Yudhoyono ini menghembuskan nafas terakhir, di Rumah Sakit Cimacan, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat karena serangan jantung.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya