Antisipasi Karhutla, Pemerintah Bakal Intensifkan Rekayasa Cuaca

Fahreza Rizky, Jurnalis
Selasa 23 Juni 2020 13:42 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (Foto : Ist)
Share :

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan rekayasa cuaca untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut dia, rata-rata ledakan karhutla akan terjadi pada pekan kedua dan ketiga Agustus sampai pekan pertama September.

“Kalau kita pelajari perilaku hotspot-nya, sebetulnya di Riau itu di Sumatera bagian utara, Riau, Aceh sebagian Sumut itu ada dua fase krisis. Fase pertama yaitu di bulan Maret, April. Fase keduanya masuk bulan Juni, Juli dan seterusnya. Nanti puncaknya di September atau Agustus akhir,” kata Siti di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Siti berujar dengan kondisi seperti ini, pemerintah akan melakukan rekayasa cuaca supaya turun hujan. Ini akan bekerja sama dengan BMKG, BPPT, dan TNI Angkatan Udara (AU).

“Apa yang bisa kita lakukan dengan kondisi yang seperti ini maka kita bisa melakukan rekayasa hari hujan. Jadi kita bisa dengan teknologi modifikasi cuaca atas analisis BMKG dan dilaksanakan oleh BPPT didukung pesawatnya TNI AU karena belum punya pesawat sendiri. Itu bisa dilakukan. Kita sudah melewati fase krisis pertama di Riau,” ujar Siti.

“Kenapa ini penting? Karena fase kemarin itu kenapa dia ada krisis karena ada Covid sudah gitu Lebaran. Makanya itu coba kita atasi begitu rupa pemerintah berupaya, Bapak Presiden perintahkan jangan ada masalah dari Lebaran dan seterusnya. Oleh karena itu, kita lakukan modifikasi cuaca ini beberapa tempat di Sumatera, sudah kita lakukan pada 13 sampai 31 Mei sehingga Lebaran jangan ada asap kemudian akan kita teruskan dan ini hasilnya,” tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya