Sidang isbat diikuti Ketua Komisi VIII, MUI, pejabat eselon I-II para pimpin ormas Islam, ahli ilmu falaq dari UIN/IAIN. Ketua Lapan, perwakilan BMKG, Bosha ITB, BIG, Planetarium Jakarta dan anggota tim Falaqiyah Kemenag.
Menag menuturkan dalam melaksanakan sidang isbat Kementerian Agama selalu menggunakan dua metode, yaitu hisab dan rukyat. Menurutnya, hisab dan rukyat, bukanlah dua hal yang untuk dihadapkan atau saling dibenturkan. "Keduanya adalah metode yang saling melengkapi satu dengan yang lain,” kata Menag.
“Inilah hasil sidang isbat yang baru saja kita laksanakan dan kita sepakati bersama, dan tentu kita berharap mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat Islam di Indonesia akan berhari raya Idul Adha tahun ini secara bersama-sama,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)