Menurut Pelapor PBB, lebih dari 40 persen warga Korea Utara "sudah terancam kekurangan pangan sebelum pandemi Covid-19, banyak dari mereka menderita kekurangan gizi dan menghambat pertumbuhan."
Pandemi ini juga memberi tekanan besar pada persediaan obat kediktatoran.
Begitu banyak orang pergi tanpa obat untuk kondisi kronis sehingga rezim Kim memerintahkan rumah sakit regional untuk mulai memproduksi obat-obatan mereka sendiri.
Sebagian besar tidak dapat melakukannya karena kurangnya keahlian dan peralatan.
(Rahman Asmardika)