Cerita di Balik Pengungkapan Peredaran 200 Kg Sabu di Cikarang

Wisnu Yusep, Jurnalis
Kamis 30 Juli 2020 02:33 WIB
(Foto : Istimewa)
Share :

BEKASI — Pengungkapan jaringan mafia narkoba International berawal ketika petugas jasa pengiriman barang antar pulau mencurigai adanya pengiriman barang berupa karung.

Selanjutnya, menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar, petugas memeriksa dan terkejut isinya masing-masing karung ada empat paket sabu.

"Ada sekitar 73 karung. Ketika diperiksa berisikan jagung, sementara ketika diperiksa lebih jauh tetdapat paketan sabu," kata Krisno di Jalan Kampung Pegaulan, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/7/2020).

Petugas di pelabuhan pun mengakui bahwa ada barang serupa yang telah dikirim sebelumnya yakni sebanyak 287 karung jagung. Paketan karung tersebut, sebelumnya di bawa ke Taman Mini Jakarta Timur, dan 60 ke wilayah Ancol, Jakarta Utara.

"Jadi total pengiriman barang yang diimpor sebanyak 400 karung. Polda Babel meminta back up guna penyelidikan 73 karung yang ke Jakarta," bebernya.

Setelah itu, kata dia, pihaknya membagi tim untuk kemudian melakukan pemeriksaan mengenai 287 karung di gudang yang ada di TMII dan 60 karung di wilayah Ancol.

Baca Juga : Kebakaran Hebat di Kabupaten Barru Tewaskan Ibu dan Anak

"Kami menemukan info bawa pengiriman itu berasal dari wilayah Batam, atas nama Suhaib alias Rino. Kemudian tim melalukan penyemaran sebagai kuli angkut sekaligus memantau gudang," jelas dia.

Saat bersamaan, lanjut dia, petugas melihat ada paruh baya yang diketahui pelaku SC. Kemudian wanita itu datang ke kantor ekspedisi untuk mencari pengiriman karung jagung.

"Anggota menghampiri dan memberi tahu kalau karung jagung itu ada di dalam. SC kemudian masuk dan memfoto hingga melakukan komunikasi via telepon dengan seseorang kalau karung tersebut aman, kemudian SC pulang," bebernya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya