Longsor tersebut, ungkap Sundoro, terjadi karena adanya salah perhitungan dari yang membangun talud tersebut.
Mereka tidak memperhitungkan bila lokasi tempat kejadian perkara tersebut kontruksi tanahnya sangat labil. Sehingga begitu digali, tanah pun bergerak dengan cepat.
Bahkan saat proses evakuasi korban, setelah dilaporkan adannya kejadian tersebut, itupun dilakukan dengan sangat hati-hati. Karena tanah di lokasi kejadian sangat labil dan bisa membahayakan tim dari BPBD, Polri, TNI, relawan serta warga masyarakat yang melakukan evakuasi.
"Korban tak bisa menyelamatkan diri sehingga tanah yang digali langsung mengubur korban. Atas permintaan keluarga, korban meninggal sudah dimakamkan," terangnya.
(Abu Sahma Pane)