SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengucapkan duka mendalam atas tragedi ledakan di Beirut, Lebanon. Ia berharap Indonesia bisa memberikan bantuan karena negara tersebut merupakan negara sahabat.
"Kita turut berduka, dalam kondisi seperti ini, ada musibah seperti itu. Tentu pembelajarannya banyak,” ujarnya.
“Mudah-mudahan negara bisa memberikan bantuan, karena Lebanon itu juga negara sahabat," tambah Ganjar.
Ganjar juga mengaku belum mendapat informasi resmi tentang adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban. Dari berita di media, ada satu WNI yang menjadi korban, namun hanya luka-luka.
"Informasinya ada satu WNI, tapi hanya luka dan tidak meninggal. Kami berharap tidak ada korban jiwa dari Indonesia, khususnya warga Jawa Tengah di sana. Kalau ada, pasti kita bantu," ucapnya.
Baca Juga: Ledakan Beirut, Gadis Kecil Ditemukan Hidup Setelah 24 Jam Terkubur di Bawah Puing
Menurut Ganjar, Dubes Indonesia di Lebanon adalah orang Jawa Tengah dan merupakan teman dekatnya. Dia akan segera menghubungi Dubes Indonesia di Lebanon untuk mengetahui kondisi terkini.
"Pak Dubes itu teman saya, orang Jawa Tengah. Pak Hadjriyanto Thohari itu teman saya dan cukup aktif. Nanti saya kontak. Pak Dubes orang yang sangat peduli soal ini, dan banyak WNI di sana adalah pasukan perdamaian, sehingga hari ini mereka dikerahkan semua untuk membantu penanganan bencana itu," pungkasnya.
Sebelumnya dikabarkan terjadi ledakan cukup besar di Ibu Kota Lebanon, Beirut Lebanon pada Selasa lalu. Akibatnya lebih dari 100 warga tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Korban Tewas Ledakan Beirut Capai 135, Lebanon Tahan Beberapa Pejabat Pelabuhan
(Abu Sahma Pane)