Sepak Terjang Fatmawati Penjahit Sang Saka Merah Putih

Demon Fajri, Jurnalis
Minggu 16 Agustus 2020 08:30 WIB
Lukisan Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno dan penjahit Sang Saka Merah Putih. (Foto: Okezone/Demon Fajri)
Share :

BENGKULU - Rumah yang terbuat dari kayu meranti merah, berbentuk rumah panggung adat Bengkulu ini masih berdiri kokoh. Rumah bersejarah itu menyimpan berbagai koleksi peninggalan istri Presiden pertama Republik Indonesia (RI). Fatmawati, namanya.

Rumah yang berdiri di Jalan Fatmawati, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu itu menyimpan mesin jahit tangan merek 'Singer' tahun 1941.

Mesin jahit tersebut digunakan untuk menjahit Sang Saka Merah Putih dan dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, di Jakarta, pada 17 Agustus 1945.

Peninggalan mesin jahit tangan itu tersimpan di dalam ruang berukuran sekira 3 x 4 meter. Berikut dengan kursi untuk duduk Fatmawati, ketika menjahit Sang Saka Merah Putih.

Di rumah berukuran sekira 10 x 20 meter ini juga terdapat tulisan lagu ciptaan Fatmawati, tulisan Soekarno serta satu buah tulisan surat, satu buah lemari pakaian, lampu gantung.

Tidak hanya itu, di bagian ruang tamu rumah yang berdiri di atas tanah seluas 20 x 25 meter tersebut terpajang satu set meja dan kursi tamu, 2 set pakaian kebaya panjang, serta foto Soekarno dan Fatmawati yang terdapat di dinding ruang tamu dan kamar.

Berbagai peninggalan perempuan kelahiran Bengkulu, 5 Februari 1923 itu sudah terlihat jelas di depan pintu masuk rumah putri tunggal dari pasangan Hasan Din dan Siti Khadijah ini.

Seperti, dua lukisan berukuran 92 cm x 75 cm, Presiden Pertama RI, Soekarno di bagian sisi kiri dan lukisan Ibu Negara Fatmawati di bagian sisi kanan. Di mana lukisan itu di lukis Garcia LLMAS asal Filipina.

''Peninggalan Ibu Fatmawati masih ada disini. Foto ada sekira 36 buah, mesin jahit tangan bendera merah putih, meja dan kursi tamu satu set, pakaian kebaya, lukisan, tulisan tangan Soekarno dan Fatmawati dan lainnya,'' kata penjaga rumah Fatmawati, Marwan Amanadin (70), ketika ditemui Okezone, Jumat 14 Agustus 2020.

Perjalanan Hidup Fatmawati

Kemerdekaan RI tidak terlepas dari sosok perempuan yang dilahirkan di Bengkulu. Sosok perempuan kelahiran, Bengkulu, 5 Februari 1923 ini merupakan penjahit Sang Saka Merah Putih untuk dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Pasca-pembacaan proklamasi yang dibacakan, Presiden Soekarno di Jakarta.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya