Mendagri Tegaskan Harus Ada "Perang" Narasi Meluruskan soal Jihad

Riezky Maulana, Jurnalis
Selasa 18 Agustus 2020 08:53 WIB
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Okezone)
Share :

Di kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCINU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir menlai buku Fiqih Kebangsaan III ini sangatlah penting. Menurutnya, buku ini dapat mengisi ruang kosong dalam fikih siyasah dan tema-tema khilafah.

Buku ini, sambungnya, bukan pesanan pemerintah, bahkan bukan dari orang liberal. Ini jelas murni dari Lirboyo dan rujukannya pun sangat komplit.

"Buku ini khas manhaj pesantren. Metodologi ini sangat kokoh dan solid. Ini luar biasa, mestinya dikaji dan dibaca juga oleh kelompok di luar pesantren dan kalangan NU. Harus dicetak, dimasukkan kurikilum baik pesantren maupun sekolah umum. Insya Allah bermanfaat," tandasnya.

Sebagai catatan, Gus Mus menambahkan pemahaman jihad yang kurang dalam buku tersebut. Perlu ditambah, yakni pemahaman jihad melawan kebodohan. Sebab, sekarang ini, selain korupsi dan pandemi, yang paling harus dilakukan adalah jihad melawan kebodohan untuk menghilangkan kebodohan.

"Banyak yang enggak ngerti tentang agama, bicara soal agama. Ini amat gawat. Padahal ini soal ruh. Bikin celaka banyak orang. Ini harus diluruskan, salah satunya dengan buku ini," ujarnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya