Diduga Diretas, Akun Dubes China Beri Like pada Klip Porno, Protes Uighur

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 10 September 2020 09:40 WIB
Ilustrasi. (Foto: Test Crunch)
Share :

LONDON - Kedutaan Besar China di Inggris telah meminta Twitter untuk "melakukan penyelidikan menyeluruh" setelah akun resmi duta besarnya memberikan 'like' pada klip porno. Akun Twitter Duta Besar Liu Xiaoming juga menyukai postingan yang mengkritik Partai Komunis China (PKC) dan menunjukkan orang Uighur yang ditutup matanya sedang ditahan.

Para pejabat China mengklaim bahwa "unsur-unsur anti-China (telah) dengan kejam menyerang" akun Liu dalam plot "tercela" yang dirancang untuk "menipu publik". Twitter belum memberikan komentarnya mengenai dugaan peretasan tersebut.

Dugaan peretasan itu pertama kali diperhatikan oleh seorang juru kampanye hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di London sekira pukul 09.00 waktu setempat. Dia kemudian menyebarkannya ke pengguna Twitter lain dengan menyertakan tangkapan layar sebagai bukti.

BACA JUGA: Akun Twitter PM India Diretas, Minta Sumbangan Mata Uang Kripto

Klip porno itu kemudian di "unlike" oleh orang yang mengatur akun Twitter sang duta besar.

Beberapa tweet lainnya tetap di like selama beberapa waktu sebelum akhirnya di unlike, termasuk salah satu cuitan yang menjelek-jelekkan dan menuduh pemerintah RRT membunuh warganya sendiri. Klip lain menampilkan rekaman drone yang memperlihatkan apa yang diduga sebagai Muslim Uighur dibawa ke sebuah "kamp konsentrasi".

Beberapa pengguna Twiiter menduga klip porno mungkin di-like secara tidak sengaja dan cuitan-cuitan lainnya dipilih sebagai bagian dari cerita untuk menutupi kejadian memalukan itu. Namun, pejabat China telah membantah dugaan tersebut.

BACA JUGA: Peretasan Akun Twitter Sasar Tokoh Penting untuk Meminta Bitcoin

"Kedutaan telah melaporkan hal ini ke Twitter dan mendesak yang terakhir untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan menangani masalah ini dengan serius," kata sebuah pernyataan yang dilansir BBC.

"Kedutaan berhak untuk mengambil tindakan lebih lanjut dan berharap publik tidak akan percaya atau menyebarkan rumor tersebut."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya