Sungai Lisai, Desa Pedalaman yang "Dikepung" Hewan Buas

Demon Fajri, Jurnalis
Jum'at 25 September 2020 05:41 WIB
Beginilah akses jalan menuju Desa Lisai (Foto: Okezone/Demon)
Share :

Berjalan Kaki 4 Hingga 5 Jam

Desa dipedalaman provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini merupakan satu dari 93 desa di Kabupaten Lebong. Di mana untuk menuju desa itu musti menuju ke Desa Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis, terlebih dahulu.

Desa yang dihuni 380 jiwa itu merupakan daerah terakhir, sebelum tiba di desa yang dipimpin Kepala Desa, Hajron Hadi. Sungai Lisai. Dari desa ini hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi dengan ban tahu.

Siang itu, Selasa 23 Sepetember 2020. Tidak kurang dari 150 prajurit TNI atau setara dengan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-109 bersama 100 masyarakat setempat kembali melakukan perbaikan jalan.

Jalan menuju ke Desa Sungai Lisai, tepatnya. Panjang tidak kurang dari 10,4 kilometer (KM). Cuaca cerah dengan sinar mentari yang menyengat tidak membuat ratusan prajurit TNI menghentikan kegiatan perbaikan jalan menuju desa pedalaman Bengkulu itu.

Mereka saling bahu membahu mengerjakan perbaikan jalan yang sebelumnya hanya selebar ban motor atau setapak tersebut menjadi selebar dua meter. Perbaikan akses itu tidak terlepas dari untuk mempermudah sarana transfortasi masyarakat setempat menuju pusat pemerintahan.

Perbaikan jalan itu merupakan jalan penghubung antar Desa Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis menuju Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, panjang 10, 4 km.

''Sebelum ada pembukaan jalan pada tahun 1963 hingga pertengahan 2019, masyarakat jalan kaki 4 hingga 5 jam untuk ke luar dari desa menuju Desa Sebelat Ulu,'' kata Kades Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Hajron Hadi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya