Sungai Lisai, Desa Pedalaman yang "Dikepung" Hewan Buas

Demon Fajri, Jurnalis
Jum'at 25 September 2020 05:41 WIB
Beginilah akses jalan menuju Desa Lisai (Foto: Okezone/Demon)
Share :

Warga yang Sakit Ditandu Meninggal Dunia di Jalan


Tidak hanya akses menuju jalan yang sulit ditempuh. Sejak desa itu sudah didiami penduduk sekira tahun 1963 belum tersentuh akses telekomunikasi atau blank spot. Tak jarang masyarakat di daerah tersebut tertinggal informasi dunia luar.

Namun, perjuangan membuka akses desa yang ''dikepung'' hewan buas di Bumi Rafflesia tersebut, setidaknya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Di mana masyarakat sudah bisa mengakses jalan dengan sepeda motor guna membawa hasil perkebunan dan pertanian ke luar dari desa.

Sebab, sebelum adanya akses jalan masyarakat setempat membawa hasil perkebunan dan pertanian menggunakan jasa capung atau disebut kuli angkut. Bahkan, masyarakat membawa barang bawaan dengan jasa rakit dengan mengikuti aliran sungai Sebelat.

''Sebelum ada akses masyarakat juga sempat menggunakan jasa rakit menuju desa. Saatini masyarakat sudah bisa melalui jalan darat dengan menggunakan sepeda motor,'' kata Kades Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Hajron Hadi, saat ditemui okezone, Selasa 22 September 2020.

Selain mempermudah akses disektor perekonomian, adanya akses jalan tanah kuning itu juga mempermudah masyarakat untuk keluar dari desa guna mendapatkan pelayanan kesehatan di desa tetangga terdekat.

Di mana sejak 1963 hingga pertengahan 2019, ketika masyarakat mengalami sakit atau ingin melahirkan musti digotong dengan cara ditandu secara bersama, dengan berjalan kaki tidak kurang dari 4 jam hingga 5 jam perjalanan.

Lebih menyedihkan lagi, ada beberapa masyarakat yang meninggal dunia di jalan ketika digotong keluar dari desa. Baik itu ibu hamil maupun bayi. Sementara di desa pedalaman itu hanya memiliki satu bangunan Polindes pondok bersalin desa dengan didukung 1 tenaga perawat.

''Ketika ada yang sakit atau ibu yang ingin melahirkan musti dibawa keluar desa. Sempat ada masyarakat yang meninggal dunia dijalan ketika digotong,'' cerita Hajron.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya