Konflik buaya dengan manusia di Babel memang kerap kali terjadi. Data Yayasan Animal Lovers Bangka Island (Alobi) Foundation mencatat dalam satu bulan ini saja, ada belasan laporan kasus buaya berkonflik dengan warga yang mereka terima, enam ekor buaya diantaranya berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi.
"Hari ini barusan kita mendapat serahan biaya dari warga, padahal baru kemarin kita mendapat juga serahan buaya dari warga. Memang kasus kemunculan dan konflik buaya dengan manusia dalam tahun ini cukup memperihatinkan," kata ketua Alobi Foundation, Langka Sani.
Baca Juga: 5 Warga Jadi Korban, Buaya Seberat 500 Kg Bakal Dipotong
Menurut Langka, kemunculan predator pemangsa itu akibat rusaknya habitat mereka, selain itu memasuki musim kawin bagi buaya yang membuat sifatnya menjadi lebih agresif.
"Yang kita khawatirkan saat ini masuk musim hujan dan memasuki siklus kawin bagi buaya dimana buaya lebih agresif di alam liarnya. Kita ketahui di Babel sendiri kerusakan dari aliran sungai yang menjadi habitat buaya sangat masif terjadi," tandasnya.
(Arief Setyadi )