Ayahnya adalah Francois Emile Van der Linde. Sang ayah sendiri, memiliki 19 anak dari dua istrinya. Dari istri pertama yang bernama Josephine Wilhelmina, Francois Emile Van der Linde dikaruniai 10 anak, sedangkan dari istri keduanya Maria Magdalena Sarmi, dikaruniai 9 anak, termasuk dirinya.
Diwawancarai saat berkunjung ke kediaman Wakil Bupati Pringsewu, Rabu (28/10/20), Pieter Hermanus didampingi sang istri dan putranya Jimmy Hermanus serta adiknya Richard Van der Linde, ia menceritakan sekilas tentang perjalanan ayahnya hingga menetap di Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu.
Ayah Pieter Hermanus, Francois Emile Van der Linde sejak muda memang senang dan tertarik dengan senjata. Saat itu, Van der Linde berangkat dari Solo pergi ke Menggala Lampung, tepatnya di daerah Bujungtenuk. Di kota tersebut, ia diberikan nama oleh orang Lampung di Menggala dengan nama Abdul Rahman, disebabkan orang setempat kesulitan jika memanggil namanya yakni Francois Van der Linde.
Singkat cerita, sampailah ia di Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu dan menetap di desa tersebut hingga akhir hayatnya.
Francois Emile Van der Linde ini, meskipun seorang Belanda, ia juga seorang anggota TNI pada saat itu. Kenapa ia bisa bergabung dengan TNI dan bukan bergabung dengan tentara Belanda?
Dijelaskan Pieter Hermanus, bahwa ayahnya bisa bergabung dengan tentara Indonesia karena ia adalah anggota Indische Partij (IP) pimpinan Dr.Douwes Dekker yang memihak dan membantu perjuangan Indonesia. Keahliannya di bidang senjata tersebut didedikasikan untuk bangsa dan negara, termasuk saat berjuang bersama Darius Silitonga di daerah Sukoharjo IV.
Berkat peluru buatannya pula, Darius Silitonga berhasil menghalau dan menembaki pesawat tempur Belanda dari Bukit Wungkal Sukoharjo IV (sebagian orang saat ini menyebut dengan sebutan Bukit Silitonga).
Bukit Wungkal inilah yang sedang direncanakan akan dijadikan sebagai destinasi wisata alam dan sejarah di Kabupaten Pringsewu.
Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, saat menerima kunjungan Keluarga Besar Francois Emile Van der Linde yang dipimpin Peters Hermanus menyambut baik hal tersebut.
Dikatakan Fauzi, bahwa Pemkab Pringsewu saat ini sedang giat-giatnya membuka daerah wisata. Menurutnya, Pringsewu ini bukan hanya milik warga Pringsewu saja, tapi milik seluruh masyarakat Lampung.
Dalam waktu dekat Pemkab Pringsewu akan segera menetapkan desa-desa wisata di Kabupaten Pringsewu. Ia meminta pihak Kecamatan dan Pekon Sukoharjo IV agar membuat usulan kepada Bupati agar Pekon Sukoharjo IV juga dapat ditetapkan sebagai Desa Wisata karena faktor sejarah.
(Amril Amarullah (Okezone))