Dia pun mempertanyakan apakah memakai uang partai, dana kementerian atau dana pribadi. Kader dan umat harus mengetahui dengan jelas dana apa yang dipakai untuk menyewa pesawat pribadi.
Ditegaskan Nizar, untuk menyewa pesawat pribadi tidak murah. Biayanya sangat mahal. "Sementara rakyat lagi menjerit dalam kemiskinan dan kelaparan. Plt ketum malah pakai jet pribadi untuk konsolidasi," ujarnya.
Melihat tingkah laku calon ketum seperti ini, kata Nizar, sangat tidak simpati dan empati terhadap penderitaan kader PPP dan masyarakat yang sedang kesusahan untuk membiayai kebutuhan hidup.
Baca Juga: Muktamar PPP Dilaksanakan Pasca Pilkada 2020
Terpisah, Ketua Organizing Committee Muktamar PPP, Amir Uskara mengatakan, dirinya tidak tahu dana dari mana yang digunakan Suharso menyewat private jet tersebut. Sebab, dirinya hanya mengurus persiapan muktamar partai berlambang Ka'bah tersebut.