Saat dipanggil Atmo bersama teknisi Mochammad Usar sebagai pendamping, barulah Jenderal Soedirman tahu bahwa dia akan dipiloti eks penerbang Jepang. Kendati begitu, tak ada niatan Pak Dirman batal terbang dan tetap menaruh percaya pada sang pilot.
Pesawat itu pun take off atau lepas landas dengan lancar. Dari penuturan Atmo dan Usar selepas terbang, disebutkan bahwa Soedirman meminta pesawat berkeliling di atas Kota Banyuwangi, lalu ke langit Bali, setelah itu kembali ke Pangkalan Bugis.
Tidak lama kemudian, pesawat pun landing dengan mulus. Wajah-wajah tegang perwira lainnya yang menunggu di landasan, mencair setelah melihat kepuasan Pak Dirman setelah keluar dari pesawat.
(Fahmi Firdaus )