ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan di Pemakaman Jeddah

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 13 November 2020 13:39 WIB
Ilustrasi.
Share :

RIYADH – Kelompok militan Negara Islam (IS), dahulu ISIS, mengklaim bertanggung jawab atas serangan granat di sebuah pemakaman non-Muslim di Jeddah, Arab Saudi pekan ini. IS mengklaim serangan yang melukai empat orang itu merupakan pembalasan atas penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad.

Serangan tersebut terjadi selama upacara peringatan Perang Dunia I yang diorganisir oleh Kedutaan Besar Prancis di Arab Saudi pada Rabu (11/11/2020). Diplomat dari beberapa kedutaan asing di Arab Saudi, termasuk Kedutaan Inggris dan Yunani hadir dalam acara tersebut.

BACA JUGA: Ledakan Terjadi di Pemakaman Kota Jeddah, 2 Orang Dikabarkan Terluka

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan melalui saluran resminya di Telegram, ISIS mengatakan "tentara" -nya telah menyembunyikan sebuah bom di lokasi tersebut, yang meledak setelah "konsul negara-negara Perang Salib" berkumpul, demikian dilaporkan The Sun.

Saksi mata mengatakan bahan peledak dilemparkan ke dinding pemakaman selama acara tersebut.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) mengecam serangan tersebut, mengatakan bahwa Kerajaan akan menyerang mereka yang mengancam keamanan dan stabilitas Arab Saudi dengan "tangan besi".

BACA JUGA: KJRI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Ledakan di Pemakaman Jeddah

"Kami akan terus menyerang dengan tangan besi siapa pun yang berpikir untuk mengancam keamanan dan stabilitas kami," kata MBS dalam pidato yang disiarkan kantor berita SPA, Kamis (12/11/2020).

Serangan itu terjadi dua pekan setelah seorang pria Saudi melukai seorang penjaga keamanan di konsulat Prancis di Jeddah dengan senjata tajam, dan hanya beberapa pekan setelah serangan teroris di Prancis dan Austria terkait penerbitan kartun Nabi Muhammad tersebut.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya