"Kegiatan apapun termasuk keagamaan dilakukan dalam jumlah terbatas sesuai dengan protokol Covid-19, kemudian sedapat mungkin dilakukan secara online, secara virtual," terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan Maulid Nabi yang dilakukan secara daring juga tidak akan mengurangi makna dari kegiatan keagamaan tersebut.
Menurut dia, kegiatan Maulid Nabi yang sukses bukan dinilai dari jumlah jamaahnya. Melainkan, sambung dia, sejauh mana umat Isla bisa meneladani Rasulullah sebagai Akhlakul Karimah.
"Kemudian menyempurnakan dan memperbaiki akhlak kita semua. dengan cara apa? Taat pada kesehatan, pada protokol Covid-19, menjaga kebersihan diri dan meningkatkan kesehatan," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)