Adapun terkait pencopotan kedua kapolda itu sendiri, menurut Neta bukan murni karena ketegasan melainkan ada aroma bursa pencalonan Kapolri baru.
"IPW melihat kasus pencopotan kedua kapolda syarat nuansa politis, terutama berkaitan dengan bursa calon Kapolri dimana Kapolda metro disebut sebut sebagai salah satu calon dari 'Geng Solo'," tuturnya.
Neta curiga pembiaran kerumunan massa yang dilakukan Rizieq ini berkaitan dengan isu bahwa kepulangan Rizieq atas bantuan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sehingga banyak pihak takut dan terjadi penguatan "Geng Makassar".
"Akibatnya yang dikorbankan adalah Kapolda Metro Jaya sebagai bagian dari "Geng Solo". Dalam kasus pencopotan dua kapolda pasca 'teriaknya' Jokowi dalam kasus kerumunan massa Rizieq," tandasnya.
(Awaludin)