Cegah Karhutla, BNPB Ajak Warga Riau Olah Lahan Gambut Tanpa Membakar

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Sabtu 28 November 2020 09:21 WIB
BNPB edukasi warga olah gambut dengan baik dan benar tanpa membakarnya. (Foto : BNPB)
Share :

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkolaborasi dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengolah lahan gambut secara baik dan benar tanpa melakukan pembakaran lahan sehingga dapat mengurangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Sub Direktorat Mitigasi Struktural BNPB, Radito Pramono mengatakan, karhutla adalah bencana yang sering terjadi di Indonesia. Namun, bencana karhutla dapat diantisipasi dengan cara melakukan langkah pencegahan sebelum munculnya api. Hal itu seperti diungkapkannya saat membuka Sekolah Lapang : Mitigasi Partisipatif Karhutla di Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (25/11/2020).

"Bencana karhutla bisa diantisipasi. Jika sebelumnya paradigma bencana dari responsif atau ketika terjadi bencana baru dilakukan tindakan, sekarang mulai berubah menjadi tindakan preventif yaitu mencegah terjadinya bencana dalam hal bencana karhutla dilakukan pencegahan dengan mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," kata Radito, mengutip siaran pers BNPB, Sabtu (28/11/2020).

Lebih lanjut ia menambahkan, pada 2020 bencana karhutla cenderung menurun dibandingkan 2019. Namun, kegiatan mitigasi partisipatif karhutla tetap dilaksanakan. Karena selain mencegah terjadinya karhutla, kegiatan ini dapat menjadi alternatif meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa harus merusak lingkungan.

"Meskipun karhutla hampir terjadi setiap tahun, tahun ini trennya menurun hanya seluas 15.442 hektare. Tetapi, tetap perlu melakukan pencegahan dengan tujuan ke depannya tidak terjadi lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, akan diajarkan untuk menanam tanaman yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat Pelalawan," tutur Radito.

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif guna mengurangi karhutla dengan tidak membuka lahan dengan membakar dan melaporkan jika ada oknum masyarakat yang membakar lahan.

"Dengan keterlibatan bersama dari seluruh elemen, diharapkan tujuan masyarakat Indonesia tangguh bencana akan tercapai," tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Petodaan Azwir menjelaskan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, diharapkan para peserta yang merupakan perwakilan kelompok tani ini dapat membagikan ilmu yang didapat kepada masyarakat lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya