SURABAYA – Penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia mengalami tren peningkatan jumlah kasus harian di sepanjang November. Hingga kini, rekor tertinggi tercatat pada Minggu (29/11/2020), di mana terdapat 6.267 kasus positif baru.
Data tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan apakah kini Indonesia tengah mengalami puncak pandemi COVID-19. Padahal, masyarakat sendiri akan segera menghadapi jadwal liburan akhir tahun, cuti bersama, serta pilkada serentak yang berpotensi besar menimbulkan kerumunan dan penyebaran virus.
Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Dr. M. Atoillah Isfandi, dr., M.Kes menuturkan, rekor penambahan kasus harian tersebut memang perlu diwaspadai, namun bukan menjadi penanda utama puncak pandemi di Indonesia.
(Baca juga: Testing Covid-19 Per November Meningkat Menjadi 90,64% Dari Target WHO)
Semua itu, katanya, terjadi karena data atau akumulasi kasus harian Indonesia yang tidak real time dan kurang valid. Laporan harian yang diumumkan harusnya adalah kasus yang dilaporkan dan bertambah pada hari itu. “Sementara di Indonesia, data yang dihimpun mengikuti arus laporan daerah yang seringkali mekanismenya berbeda satu sama lain,” kata Atoillah, panggilan akrabnya, Rabu (2/12/2020).