Kedua, Direktur Eksekutof PolcoMM Institue ini melanjutkan, Jokowi juga masih perlu mengakomodir para relawan dan kelompok politik lainnya yang belum terpuaskan dengan struktur kabinet saat ini. Sehingga, waktu reshuffle kedua ini bergantung pada Jokowi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
(Baca juga: Presiden Jokowi Dinilai Tak Akan Reshuffle Menteri Lagi Meski Memble)
"Waktunya (untuk reshuffle kedua) sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan," ungkap Herbud.
Ketiga, Herbud menambahkan, reshuffle kedua ini juga menjadi peringatan bagi menteri-menteri yang masih bermain dengan korupsi. Jadi, para menteri harus berhati-hati dalam menjalankan tugas Presiden ini, karena reshuffle bisa dilalukan kapan saja.
"Tinggal nunggu waktu, cepat atau lambat. Jika ada menteri bermain-main dengan korupsi akan terbuka (untuk direshuffle)," pungkasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))