Ia juga mengutip firman Allah dalam Alquran bahwa manusia akan diuji dengan kelaparan, kecemasan, penyakit, wabah, dan cobaan lainnya. Ujian ini harus dihadapi dengan sabar dan tegar. “Tanda kesabaran ketika ada ujian seberat apa pun mengucapkan ‘Innalillahi waina ilaihi rajiun.”
Menyayangkan masih ada sebagian masyarakat tidak patuh dengan protokol kesehatan bahkan tidak percaya adanya Covid-19. "Bahwa covid-19 atau corona itu ada, korbanya tidak pandang bulu, Kyai, pengusaha, orang kaya, bahkan dokternya juga jadi korban, musibah ini tidak pandang bulu," tuturnya.
"Saya berpesan, masih kata kyai said, kepada warga Nahdliyyin terutama santri untuk mematuhi protokol kesehatan, pakai masker jaga jarak, cuci tangan, peduli dengan kesehatan lingkungan, ikuti taati sampai Covid hilang," imbuhnya.
"Mudah-mudahan setelah Covid nanti selesai ekonomi bangkit lagi, kita optimis lagi, semangat lagi, UKM bangkit, sekolah tatap muka lagi," pungkasnya.
(Arief Setyadi )