LJUBLJANA - Sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Slovenia telah ditutup sebagai tindakan pencegahan setelah dua gempa bumi besar mengguncang negara tetangga Kroasia, hal itu diungkapkan menteri Slovenia pada Selasa (29/12/2020).
Menteri Infrastruktur Slovenia, Jernej Vrtovec mengatakan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Krsko, tidak jauh dari perbatasan Kroasia, "dihentikan dengan aman", menyusul gempa bumi dahsyat yang menewaskan setidaknya tujuh orang di Kroasia.
BACA JUGA: Setidaknya 7 Tewas Akibat Gempa M 6,4 yang Guncang Kroasia
"Penghentian itu karena operasi otomatis perlindungan turbin, inspeksi pertama tidak menunjukkan konsekuensi, jadi keselamatan belum terganggu," katanya dalam sebuah cuitan syang dilansir RT.
Seorang juru bicara PLTN mengatakan bahwa shutdown adalah prosedur standar jika terjadi gempa bumi yang kuat.
Krsko adalah satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di Slovenia dan dibangun di bekas Yugoslavia dan mulai beroperasi pada 1983.
PLTN itu ditutup setelah gempa berkekuatan 6,4 melanda kota Petrinja di Kroasia pada Selasa, 50 kilometer dari Ibu Kota Zagreb, di mana getaran juga dirasakan.
BACA JUGA: Kroasia Dilanda Gempa, Gedung Parlemen Slovenia Terguncang saat Dewan Bersidang
Rumah-rumah di Kroasia rusak dan rekaman video menunjukkan orang-orang ditarik dari puing-puing.
Pada Senin (28/12/2020) gempa bumi lain, berkekuatan magnitudo 5,2, melanda Kroasia tengah, sekitar 50 kilometer tenggara Zagreb, juga dekat dengan Petrinja.
(Rahman Asmardika)