"Tentunya bahwa di sana anggota JI muda yang sudah dilatih bela diri di sana menjadi pelatih juga. Ia juga melatih negara-negara lain yang berlatih di sana, seperti ada fraksi jihad ISIS, Jabhah Nushrah, Free Syria Army, akhor masyarakat asli syuriah, dan tahlir ahsam," ujar Argo.
Di sisi lain, anggota JI Indonesia yang berada di Suriah juga diketahui terjun langsung untuk berperang di perbatasan. Beberapa di antaranya tewas di medan perang tersebut.
"Selama di Suriah, anggota JI ikut berperang dan menjaga di perbatasan dan juga belajar pelatihan militer seperti belajar membuat bom, belajar kendaraan tank, menggunakan belajar menggunakan senjata berat, ia juga latihan itu selain melatih bela diri," tutur Argo.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 5 Orang Terduga Teroris di Jambi
(Arief Setyadi )