Menghentikan Pandemi Covid-19
Hadirnya vaksin, dari berbagai jenis dan negara pembuatnya, merupakan harapan baru. Sangat mungkin vaksin dan vaksinasi menjadi titik balik (turning point) bagi pengakhiran pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Tentunya termasuk Indonesia. Karenanya, vaksinasi sebagai program pemerintah dan gerakan nasional haruslah benar-benar sukses.
Yang perlu diperhatikan, vaksinasi terhadap rakyat Indonesia yang jumlahnya 200 juta lebih tentu memerlukan waktu. Oleh karena itu, jangan sampai upaya mengatasi Covid saat ini menjadi kendor, termasuk dalam menjalankan berbagai pembatasan yang diperlukan.
"Saya tak ingin berdebat tentang realistiknya berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan vaksinasi di negeri ini. Timeline-nya juga seperti apa. Yang penting, segalanya mesti direncanakan, disiapkan dan dilaksanakan dengan baik," katanya.
Memulihkan Perekonomian Kita
Hampir semua negara berpendapat bahwa keberhasilan menangani Covid-19 akan mendorong suksesnya pemulihan ekonomi dari krisis dewasa ini.
Sebenarnya, harapan dunia amat tinggi bagi pulihnya ekonomi global mulai tahun 2021 ini. Namun, nampaknya harapan itu tak segera terwujud. Pasalnya, di penghujung tahun 2020 yang lalu, tiba-tiba gelombang pandemi meninggi bahkan memuncak di banyak negara.
Untuk Indonesia, dengan asumsi penanganan pandemi lebih efektif dan berhasil, terutama dengan dilaksanakannya vaksinasi nasional, mulai tahun ini bisa dilakukan pemulihan ekonomi yang lebih luas. Kita tahu, kegiatan masyarakat di berbagai bidang dan aktivitas ekonomi di seluruh Indonesialah yang bakal mendorong tumbuhnya ekonomi nasional.
Bantuan sosial atau biaya untuk social safety net yang dilakukan pemerintah bisa menurun, jika lapangan pekerjaan bisa dihidupkan lagi. Artinya, angka pengangguran dapat dikurangi secara signifikan, sehingga masyarakat punya penghasilan lagi. Syarat terbukanya lapangan kerja adalah apabila investasi dan bisnis (baik sektor formal maupun informal) menggeliat lagi. Kebangkitan atau pergerakan ekonomi tersebut bisa terwujud jika konsumsi atau demand, utamanya konsumsi rumah tangga, kembali pulih dan meningkat.