Posko Ante Mortem-DVI itu juga mendapatkan dukungan dari rumah sakit pemerintah yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi primer dan sekunder.
Identifikasi Ante Mortem adalah identifikasi dengan data-data fisik korban seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian dan aksesoris yang dikenakan korban terakhir kali hingga barang bawaan korban, serta kepemilikan lainnya.
“Di sini adalah posko pertama untuk DVI apa tugas pertama di sini labelling, nelayan, SAR akan dikumpulkan di sini, dipisahkan mana properti mana body part (bagian tubuh), kalau sudah lengkap dibawa ke posko DVI untuk diidentifikasi tim kita,” tambah Yunus.
Ia menjelaskan pada Sabtu 9 Januari 2021 malam sudah ada keluarga korban yang mendatangi posko. Namun, keluarga yang datang bukan dari keluarga dekat.