“Tadi malam sudah datang 8 keluarga, 7 penumpang, satu kru, setelah dicocokkan bukan keluarga terdekat, kita minta bawa keluarga terdekat untuk tes DNA,” saran dia.
“Misal punya dokumen identitas kartu keluarga dll, yang bisa menyatakan ini, dibutuhkan satu darah, tes DNA memastikan, body part ini siapa namanya,” pungkas dia.
Pesawat Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak jatuh sekitar pukul 14.40 WIB pada Sabtu 9 Januari 2021, di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.
Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, ditambah 12 kru. (Fzy)
(Fetra Hariandja)