Oleh karena itu Tim DVI harus mengidentifikasi dengan data DNA sehingga proses identifikasi sedikit berjalan lambat.
"Sidik jari dan gigi proses (identifikasi) relatif cepat, karena tidak ribet dibanding DNA tetapi semua sangat-sangat akurat. Apabila jenazah tidak utuh maka kami butuh DNA jadi butuh waktu lama karena ada tahapan-tahapannya," kata Fauzi di RS Polri Kramat Jati, Jumat (15/1/2021).
Terkait hambatan yang dialami Tim DVI, Fauzi meminta kepada seluruh keluarga korban untuk bersabar. Sebab lanjut dia, proses identifikasi melalui DNA harus dikerjakan tanpa tergesa-gesa agar mendapatkan hasil yang akurat.
"Saya harap keluarga bersabar, karena proses DVI lebih baik lambat asal tepat dibanding kami terburu-buru tetapi salah identifikasi," pungkasnya.
(Awaludin)