Penyelam Evakuasi Korban Sriwijaya Air: Bekerja dengan Hati dan Hormati Jenazah

Agregasi VOA, Jurnalis
Minggu 17 Januari 2021 23:48 WIB
Foto: Illustrasi Okezone.com
Share :

JAKARTA - Ratusan penyelam masih terus berupaya mengevakuasi jenazah korban, dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, delapan hari pasca jatuhnya pesawat nahas di Kepulauan Seribu itu.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menjadi wadah sekitar 360 penyelam yang bekerja sama,

“Terutama di sekitar Pulau Lancang, Pulau Laki, Pulau Bokor, Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, di Tanjung Kait dan di sepanjang Pantai Utara,” ujar Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar), Rasman MS kepada VOA hari Sabtu 16 Januari 2021. Operasi pencarian akan diperpanjang hingga tiga hari lagi.

Baca juga: Ini Identitas 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Di antara ratusan penyelam itu terdapat Hendrata Yudha. Ia tergabung dalam Indonesia Divers Rescue Team (IDRT), organisasi komunitas penyelam yang anggotanya berasal dari berbagai profesi.

IDRT, yang sudah beberapa kali membantu Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari dan mengevakuasi korban musibah kecelakaan pesawat terbang, langsung bergerak cepat begitu mengetahui musibah jatuhnya Sriwijaya Air pada Sabtu 9 Januari 2021.

Baca juga:  Casing CVR Terlepas, Basarnas Sebut Bagian Inti Terbuat dari Bahan Kuat

Berbicara pada VOA Sabtu malam (16/1) di atas kapal Basarnas “KN Wishnu” yang sedang membuang sauh di Pulau Lancang, salah satu Kepulauan Seribu, Hendrata mengatakan mereka yang tergabung dalam IDRT dipersatukan oleh rasa kemanusiaan untuk membantu korban kecelakaan pesawat.

“Awalnya bekerja sendiri-sendiri, menawarkan diri untuk menyelam dan mengevakuasi korban. Kami dipersatukan terutama ketika menyelam untuk mencari korban kecelakan pesawat Air Asia 8501 tahun 2014," paparnya.

Ketika itu, lanjutnya, pesawat dari Surabaya tujuan Singapura tersebut jatuh di Laut Jawa dan menewaskan seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 162 orang.

"Selepas operasi itu, kami sama-sama janji untuk ikut membantu lagi jika ada kecelakaan seperti itu di masa depan. Rasa kemanusiaan untuk mencari setiap korban kecelakaan pesawat dan memberi closure pada keluarga mereka membuat kami beberapa kali turun lapangan bersama-sama,” tambah Hendrata.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya