Berbagai Tim Bahu Membahu
Operasi SAR melibatkan banyak unsur. Ada yang memang bertugas di lapangan, mencari dan mengevakuasi korban. Namun tidak sedikit pula yang bertugas dalam hal manajemen bencana, administrasi, penyedia logistik dan pasokan alat, hingga yang berurusan dengan media.
“Ada IOF (Indonesia Off-Road Federation -red) yang support kami dengan logistik, peralatan, bahkan bersedia membantu mengambil di darat atau di mana jika kita butuh alat tambahan. Ada Cakra Abhipraya Responsive yang selama tujuh hari memberi kami makan, tiga kali sehari. Mereka masak di pulau terdekat dan kirimkan makanan ke kapal kita. Ada juga tim khusus yang menangani jenazah mulai dari di perahu karet hingga ke darat, dan banyak lainnya. Ini kolaborasi yang baik sekali diantara sesama relawan,” tutur Hendrata.
Operasi SAR Diperpanjang Hingga Selasa
Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bagus Puruhito, dalam pernyataan tertulis mengatakan pencarian delapan hari terakhir sudah dilakukan secara maksimal, “dan akan diperpanjang tiga hari ke depan.”
Sementara Komandan DVI Polri, Kombes Pol. Hery Wijatmoko mengatakan proses identifikasi jenazah masih berlangsung “dan diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melakukan pemeriksaan silang dari setiap bagian tubuh dengan sample DNA keluarga yang telah tersedia.” Ia berharap keluarga dapat memaklumi proses yang memakan waktu itu.
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang sedang dalam penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak, jatuh di di Kepulauan Seribu empat menit setelah lepas landas di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Enam puluh dua penumpang dan awak pesawat tewas dalam musibah itu.
(Awaludin)