JAKARTA - Nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ramai jadi perbincangan di Tanah Air, usai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menuding adanya upaya menteri di kabinet Presiden Jokowi yang ingin mengkudetanya sebagai orang nomor satu di Demokrat.
AHY tak menyebut naman, namun tudingan tersebut mengarah kepada Moeldoko, lantaran disebutkan salah satu inisiator gerakan kudeta berada di lingkaran Istana berpangkat jenderal.
Mendapat tudingan tersebut, Moeldoko pun membantah dan menyatakan bahwa upaya kudeta seharusnya dilakukan dari internal.
Baca juga: Demokrat Bongkar Pertemuan Moeldoko di Lantai 28 Hotel Aston Rasuna
"Tidak ada rencana kudeta. Kudeta itu kan dari dalam bukan dari luar. Isu ini juga muncul karena ada foto yang tersebar," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin 1 Februari 2021.
Ia pun menegaskan, bahwa isu tersebut murni tentang dirinya dan tidak ada kaitannya dengan Istana maupun Presiden Joko Widodo.
"Jangan sedikit-sedikit Istana. Jangan ganggu pak Jokowi dalam isu ini. Beliau tidak tahu sama sekali tentang isu ini, itu urusan saya, itu murni Moeldoko," ujarnya.
Baca juga: Dituding Kudeta Demokrat, Ruhut Sitompul: Pak Moeldoko Jangan Diganggu Dong!
Profil Moeldoko
Moeldoko merupakan purnawirawan dengan pangkat jenderal dengan jabatan terakhir Panglima TNI. Moeldoko ditunjuk sebagai Panglima TNI di era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan ayah dari Ketum Demokrat AHY.
Moeldoko menjabat Panglima TNI selama hampir 2 tahun, mulai 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015. Dia merupakan alumnus Akabri angkatan 1981.