Aktivis Anti-Hizbullah Ditemukan Tewas di Dalam Mobil, Hizbullah Bantah Keterlibatan

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 05 Februari 2021 14:24 WIB
Aktivis Lebanon penentang Hizbullah ditemukan tewas di dalam mobil (Foto: Reuters)
Share :

LEBANON - Seorang aktivis Lebanon yang terkenal karena melawan Hizbullah ditemukan tewas di dalam mobilnya di selatan negara itu.

Pejabat setempat mengatakan Lokman Slim, yang dikenal karena perlawanannya terhadap gerakan Syiah, ditemukan tewas ditembak.

Slim diketahui masuk ke mobilnya pada Rabu (3/2) malam untuk kembali ke Beirut.

"Dia ditemukan tewas di dalam mobilnya, tewas terkena peluru di kepala," kata seorang pejabat kepada kantor berita AFP pada Kamis (4/2) tanpa menyebut nama.

Seorang sumber keamanan mengatakan kepada Al Jazeera jika penyelidikan sedang dilakukan, dan tampaknya Slim ditembak dua kali di kepala.

(Baca juga: Biden Siap Terima Lebih Banyak Pengungsi)

Kantor berita negara melaporkan jenazah Slim dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Saida dan pemeriksaan medis mengungkapkan dia ditembak empat kali di kepala dan sekali di punggung.

Menteri Dalam Negeri Mohammed Fahmi, yang dikutip di media lokal, menyebut pembunuhan Slim sebagai "kejahatan yang mengerikan".

Presiden Lebanon Michel Aoun meminta jaksa penuntut umum untuk segera menyelidiki pembunuhan tersebut.

Gerakan Masa Depan, yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Saad Hariri, mengutuk pembunuhan tersebut. "Kami memperingatkan risiko kembali ke serangkaian pembunuhan dan menargetkan aktivis," katanya dalam sebuah pernyataan.

(Baca juga: Diikuti Lebih dari 800 Orang, Inggris Luncurkan Penelitian Campurkan Dua Vaksin Covid-19 Sekaligus)

Bassem Sabeh, mantan anggota Syiah Parlemen dan kritikus Hizbullah, mengatakan pembunuhan Slim adalah "pesan langsung kepada semua aktivis, penulis dan politisi dari komunitas Syiah, yang memobilisasi dan mengekspresikan ide-ide mereka di luar orbit politik Hizbullah".

Terkait hal ini, Hizbullah pun langsung mengutuk pembunuhan Slim dalam sebuah pernyataan Kamis (4/2) malam.

"Kami meminta otoritas kehakiman dan keamanan terkait untuk bekerja dengan cepat mengungkap para pelaku dan menghukum mereka," kata kelompok itu.

Wartawan Al Jazeera Zeina Khodr dari Beirut mengatakan Hizbullah membantah keterlibatan kelompok itu dalam pembunuhan itu. Mereka mengatakan tuduhan itu bermotif politik.

“Tapi banyak orang menunjukkan fakta tentang siapa Slim itu; dia adalah seorang Syiah, dari sekte yang sama dari Hizbullah dan dia dulu tinggal di antara mereka di tanah kelahiran mereka, yang bagi banyak orang merupakan duri bagi kelompok itu,” ungkap Zeina.

“Di Lebanon saat ini, perbedaan pendapat berkembang, seruan untuk kepemimpinan baru tumbuh, dan seruan untuk pemilihan awal. Jadi ada kecaman, ada kemarahan, dan ada kesedihan, tetapi ada juga ketakutan, dengan para aktivis mengatakan kepada kami bahwa kebebasan media dan kebebasan berekspresi terancam… mereka melihat pembunuhan sebagai pesan untuk membungkam perbedaan pendapat,” lanjutnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya