JAKARTA - Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo menyoroti fenomena buzzer yang terus mengancam kehidupan demokrasi, keberagaman, dan kebersamaan sebagai bangsa.
Menurut Romo Benny, fenomena buzzer akan terus terjadi selama pendidikan literasi lemah, pendidikan kritis lemah, dan tidak ada etika dalam penggunaan media sosial.
"Hal ini terjadi karena salah satunya kesadaran politik etis enggak ada," kata Romo Benny dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021).
Baca Juga: Anggaran Negara untuk Influencer Sebaiknya Dihapus
Ia pun mendorong agar buzzer sebagai medium bisa digunakan untuk menjual sebuah ide/gagasan. Sehingga, kata dia, yang terjadi di ruang publik adalah adu gagasan.