JAKARTA - Perselisihan antara pendiri dan pengurus DPP Partai Demokrat, terus memanas pasca konfrensi pers kudeta yang dilontarkan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.
Bahkan, kala itu AHY sempat mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta penjelasan soal keterlibatan lingkaran dalam istana atas kudeta tersebut.
Baca juga: Tanggapi Demokrat Pamer Jagoan di Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Masih Jauh 2024
Namun, pada Rabu 17 Febuari 2021, AHY meluruskan ucapannya, jika dia mendapat informasi bahwa presiden Jokowi tidak tahu menahu soal kudeta di partai Demokrat.
Menanggapi hal itu, mantan Wakil Komisi Dewan Pengawas (Dewas) DPP sekaligus pendiri Partai Demokrat, HM Darmizal MS, merasa geram dengan ulah AHY yang tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri.
"Sebelumnya menuding, sekarang klarifikasi. Ketua umum yang masih sangat mentah dan grasak grusuk dalam bertindak," ujar Darmizal kepada wartawan, Senin (22/2/2021).
Baca juga: Bersama Moeldoko, Darmizal Klaim Pernah Jadi Suksesor SBY
Pria kelahiran Sumatera Barat ini menyebut, jika Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY yang telah mengambil Partai Demokrat dari para pendirinya untuk dijadikan partai dinasti.
"SBY lah yang sesungguhnya telah melakukan kudeta atau pengambil alihan Partai Demokrat dengan segala cara. Pada saat KLB di Surabaya, SBY berjanji hanya untuk meneruskan sisa kepemimpinan Anas Urbaningrum sampai 2015. Pada Kongres Partai Demokrat tahun 2015 di Surabaya, SBY mengingkari janjinya dan muncul sebagai calon tunggal," tutur Darmizal.