JAKARTA - Salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan John Kei Cs di PN Jakarta Barat adalah saksi korban, salah satunya Angke Rumatora. Angke merupakan korban yang juga menjadi sasaran pembacokan anak buah John Kei di Duri Kosambi, Jakarta Barat.
Dalam persidangan, saksi korban Angke mengatakan, dia diserang oleh sekelompok orang yang diduga anak buah John Kei. Pada tanggal 21 Juni 2020 lalu, dia sejatinya hendak ke kediaman Nus Kei di kawasan Green Lake City, Tangerang.
Saat itu, dia bersama Erwin menaiki motor saling berboncengan dan di jalan dia melihat anak buah John Kei bernama Junta. Disitu, anak buah John Kei langsung melakukan penyerangan dengan cara membacoknya dengan senjata tajam jenis golok.
"Sampai di Kosambi kebetulan waktu itu macet, sebelah kanan saya ada Junta, saya stop di pertigaan, bonceng almarhum (Erwin). Lalu, dibacok dua kali di tangan, kena jaket dannserang di kepala kena helm," ujar Angke dalam persidangan di PN Jakbar, Rabu (24/2/2021).
Saat dibacok, kata dia, sejumlah jari tangannya tertebas karena menahan serangan itu hingga membuat jari tangannya cacat seumur hidup. Dia pun kabur karena dikejar 4-5 orang anak buah John Kei, sedangkan temannya, Erwin juga kabur entah kemana hingga akhirnya Erwin pun tewas pasca diserang anak buah John Kei.
"Itu membuat 4 jari kiri cacat seumur hidup?" tanya hakim ketua, Yulisar.
"Siap," jawab Angke.
Usai itu, papar Angke, dia langsung menelpon kerabatnya untuk memberi tahu perihal penyerangan tersebut, dia juga menelpon keponakan Nus Kei. Di hadapan majelis hakim, Angke sangat yakin kalau yang melakukan penyerangan itu anak buah John Kei dan dia juga yakin John Kei sendiri yang memberikan perintah atas penyerangan itu.
Baca Juga : Jaksa Hadirkan Nus Kei di Sidang John Kei Hari Ini
"Setelah diserang saya sadar, saya melarikan diri ke warung warga, telpon ponakan untuk dijemput, minta bantuan Nus Kei," kata Angke.
"Dari mana tahu itu anak buah John? Itu pendapat saudara?," tanya hakim lagi.
"Ya anak buah John Kei. Yakin atas perintah," kata Angke berulang-ulang.
(Angkasa Yudhistira)