Sedangkan Misdayani, pemilik rumah kost pasangan suami istri tersebut mengaku tak mengetahui persis kronologi pembacokan itu. Saat larut malam, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong dari arah hutan di belakang rumah kost.
"Awalnya saya mendengar suara teriakan keras jelas sekali. Begitu saya lihat, warga sudah berkumpul mengerumuni korban, saya lihat kedua tangannya hampir putus dan punggungnya luka bacok banyak sekali," ungkap Misdayani.
Baca Juga: Perawat Dianiaya Remaja di Bandara Soetta, Leher Korban Disayat dengan Pisau Cukur
Ditambahkan Misdayani, awalnya tak ada satupun warga yang berani membawa korban ke rumah sakit. "Karena orang semua ketakutan. Dan juga kami takut kesalahan, namun akhirnya ada warga membawa korban ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.
(Arief Setyadi )