Arak Batavia Sempat Dicicipi Marco Polo dan Kapten James Cook

Doddy Handoko , Jurnalis
Rabu 03 Maret 2021 06:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

Penjelajah Portugis yang terkenal, Marco Polo, saat datang ke Jawa bersosialisasi dengan masyarakat Batavia. Ia sempat mencicipi arak yang disuguhkan masyarakat lokal.

Arak dan beberapa akar tebu menjadi barang bawaan mereka sebelum akhirnya mendarat di Kepulauan Karibia. Hasil bawaan bangsa Portugis itu akhirnya ditanam juga di daratan Karibia. Iklim tropis kepulauan tersebut ternyata sangat cocok dengan tanaman itu.

Bangsa Eropa sudah berdomisili di Kepulauan Karibia. Dengan kecanggihan teknologi mesin distilasi modern yang dimiliki orang-orang Eropa, maka tercipta minuman yang dikenal dengan sebutan “rum”.

Kisah perjalanan arak Batavia hingga ke Swedia dimulai ketika Kapal Gotheborg mampir ke Batavia pada 1743. Awak kapal harus memenuhi kebutuhan kapal dan awaknya seperti arak, kayu bakar, kebutuhan untuk mengisi perut, serta mesiu cadangan untuk keamanan. Mereka menyukai cita rasa arak bikinan Batavia – Batavia Arrack van Oosten yang mengandung alkohol 50 persen.

Batavia Arrack dibuat awal abad 17 di sebuah pulau di Jawa terbuat dari air tebu dan fermentasi beras merah. Punya cita rasa berbeda, seperti rum Haiti dan Scotch.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya