JAKARTA - Konflik internal Partai Demokrat (PD) seakan tak ada ujungnya. Dua kubu yang berseteru terus memainkan 'jurusnya' masing-masing. Kubu para mantan kader PD yang telah dipecat seperti Darmizal Cs mengklaim bahwa pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) tinggal menunggu waktu.
Bahkan, Darmizal mengaku yakin setelah Maret 2021 ini pihaknya sudah memiliki Ketua Umum yang Baru. Sedangkan, kubu pengurus PD menyatakan tak ada alasan digelarnya KLB. Terlebih, para inisiator KLB ini dicurigai sebagai aktor dibalik Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD (GPK PD).
Baca juga: Ada yang Ingin Jual Demokrat untuk Nyapres, Andi Arief: KLB tanpa Izin SBY Kerumunan Ilegal
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP PD, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, jika ada mantan kader yang mengklaim KLB tinggal pelaksanaan saja, maksudnya KLB partai mana.
"Kalau KLB Partai Demokrat, sudah pasti tidak ada itu. Apalagi kalau panitianya para mantan kader. Mereka sudah tidak punya hak lagi membawa-bawa apalagi mengatasnamakan Partai Demokrat," tegas Herzaky saat dihubungi, Kamis (4/3/2021).
Baca juga: Eks Kader Menggugat, Demokrat: Jangan Baper! Apalagi Sampai Nangis-Nangis
Kata dia, saat ini para pelaku GPK-PD menggembar-gemborkan kabar bohong, mencatut nama para petinggi DPP yang seakan-akan mendukung GPK-PD, untuk menipu para pemilik suara sah agar bergabung. Dia menegaskan, perilaku yang sangat tidak berintegritas dan mencederai demokrasi Indonesia.
"Jangan memaksakan diri membuat KLB bodong. Sudah mantan kader, masih saja mau ikut-ikutan mengurus Partai Demokrat. Lebih baik waktunya dipakai buat bantu rakyat saja yang sedang kesulitan karena pandemi dan bencana," tuturnya.