JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyatakan, rencana pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) merupakan KLB bodong.
Dia menyebut, berdasarkan penuturan para kader dan pemilik suara sah, mereka diancam karena menolak hadir.
Baca juga: Desak Moeldoko Pulang ke Jakarta, Ratusan Kader Demokrat Akan Geruduk Bandara Kualanamu
Menurutnya, aksi GPK-PD merupakan bentuk kesewenang-wenangan oknum kekuasaan yang menyalahgunakan kekuasaan dan kemampuan finansialnya untuk merebut paksa kursi Ketua Umum PD berdasarkan hasil Kongres V Tahun 2020.
Baca juga: Gelar KLB, Darmizal Yakin Moeldoko Bakal Jadi Ketum Demokrat
"Oknum kekuasaan tersebut bekerja sama dengan mantan-mantan kader yang bergerak atas dorongan insentif money politics, jabatan, dan proyek, seperti yang dituturkan para kader yang menolak hadir," ujarnya, Jumat (5/3/2021).
Herzaky mengatakan, para pelaku GPK-PD selalu menggunakan tipu daya dengan menebar kabar bohong dalam mewujudkan ambisi jahatnya. Pelaku, lanjut dia, seakan-akan mendapatkan banyak dukungan dari pemilik suara, dan seakan-akan ada penjabat penting DPP yang mendukung.